Rabu, 14 September 2016

Kenapa Seorang Mayit Memilih "BERSEDEKAH" Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?

Kenapa Seorang Mayit Memilih "BERSEDEKAH" Jika Bisa Kembali Hidup ke Dunia?
__________

Sebagaimana firman Alloh Swt:

 رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ

"Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dpt bersedekah..." {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia tdk mengatakan,
"Maka aku dpt melaksanakan umroh" atau
"Maka aku dpt melakukan sholat atau puasa" dll?

Berkata para ulama,
Tidaklah seorang mayit menyebutkan "sedekah" kecuali karena dia melihat besarnya pahala & imbas baiknya setelah dia meninggal...

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya...

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yg sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka...

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba2 saja meninggal dunia & tdk sempat menyampaikan wasiat pdku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendpt pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim) *

Dan, biasakan, ajarkan anak-anak kalian untuk bersedekah...

Dan sedekah yg "paling utama" saat ini adalah; menyebarkan tulisan ini dgn niat sedekah.

Karena siapa saja yg mempraktekkan isi tulisan ini, & mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kembali kpd anda in-syaa Alloh.

Oleh:
Syeikh Maher al'Mueaqly hafidzahullah
[Imam Masjidil Haram]

Selasa, 13 September 2016

RAHASIA KEADILAN ALLAH



Ketika Nabi Musa bermunajat di bukit Thursina , ia berdoa ;

" Ya Allah ...Engkau Maha Adil , *tunjukkanlah keadilan Mu padaku ... "

Allah pun menjawab ;
" Hai Musa ... Jika Aku menampakkan keadilanKU padamu , engkau tidak akan sabar dan tergesa gesa menyalahkan Ku . "

Lalu Musa menjawab :
" Dengan taufik Mu , aku akan sabar menerima dan menyaksikan keadilanMu . "

Allah berfirman :
" Pergilah engkau ke sebuah mata air , bersembunyilah di dekatnya dan saksikan apa yang akan terjadi... "

Musa pun pergi ke mata air yang di maksud .
Tak lama kemudian , datanglah seorang penunggang kuda , lalu turun untuk minum air . Saat itu si penunggang kuda sedang membawa sekantong uang . Dengan tergesa gesa , ia pergi sehingga lupa membawa kantong uangnya.*

Tak lama kemudian , datanglah seorang anak kecil untuk mengambil air .Ia melihat kantong itu lalu bocah itu mengambilnya dan terus pergi

Setelah anak itu pergi , datanglah seorang kakek buta . Si kakek buta mengambil air untuk wudhu dan beribadah . Selesai beribadah datanglah penunggang kuda tadi yang bermaksud mengambil kantong uangnya , namun ia hanya menemukan Si kakek buta yang sedang berdiri mau beranjak pergi.

" Wahai kakek tua...kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang ? " bentak si penunggang kuda .
Kagetlah si kakek , lalu berkata :

" Bagaimana saya bisa mengambil kantong mu , sementara saya ini buta ? "

" Jangan dusta kamu ! " bentak si penunggang kuda .

Setelah bersitegang , kakek itu pun dibunuhnya . Kemudian ia menggeledah  nya baju si kakek , namun tidak menemukan apa apa .

Saat melihat kejadian tersebut Nabi Musa protes kepada Allah :
" Ya Allah ... hamba sungguh tidak sabar melihat kejadian ini . Namun hamba yakin Engkau Maha Adil . Mengapa ini bisa terjadi ? "

Lalu Allah mengutus Malaikat Jibril untuk menjelaskan :

" Wahai Musa , Allah Maha Mengetahui hal hal gaib yang tidak engkau ketahui.
Anak kecil itu sebenarnya mengambil haknya sendiri .

Dahulu ayahnya pernah bekerja pada si penunggang kuda . tetapi jerih payahnya tidak dibayarkan .  Jumlah yang harus dibayarkan sama persis dengan yang diambil anak itu . Sementara kakek buta adalah orang yang nnmembunuh ayah anak kecil itu sebelum ia mengalami kebutaan*. "

Saudaraku...
Betapa pentingnya kita mengenal ( ma'rifah ) kepada Allah , agar hati kita selalu berprasangka baik pada Nya . Sering karena keterbatasannya , manusia tidak mampu membaca keadilan Allah secara tepat . Ia menganggap Allah tidak adil karena keputusan Nya  dirasa merugikan nya .

" Boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu" ( Qs . 2 : 216 ) .

Allah Maha Adil dan memberikan sesuatu kepada manusia dengan jalan terbaik menurut perhitungan Nya , bukan menurut nafsu atau kepentingan kita .

Jadi tidak ada satu pun ketentuan Allah yang gagal dan buruk. Namun kitalah yang belum mengerti hakikatnya.

Sesuatu yg terjadi didepan kita tdk selalu "seperti tampaknya"

Maka BIJAKSANALAH DALAM BERSIKAP DAN BERTINDAK

Selasa, 06 September 2016

Hadiah tidak semestinya sesuatu berupa uang atau harta benda

HADIAH (bukan gratifikasi)

Hadiah tidak semestinya sesuatu berupa uang atau harta benda. Banyak cara untuk kita menghadiahkan sesuatu kepada orang tersayang di antaranya :

1. Hadiah terbaik untuk seorang Sahabat adalah Do'a.

2. Hadiah terbaik untuk seorang Musuh adalah Perma'afan.

3. Hadiah terbaik untuk seorang Guru adalah Penghormatan.

4. Hadiah terbaik untuk Murid adalah Tauladan.

5. Hadiah terbaik untuk sebuah Kehidupan adalah Kasih Sayang.

6. Hadiah terbaik untuk sebuah Kematian adalah Al-Fatihah.

7. Hadiah terbaik untuk Ibu Bapak adalah Bhakti.

8. Hadiah terbaik untuk Isteri adalah Penghargaan.

9. Hadiah terbaik untuk Suami adalah Kesetiaan.

10. Hadiah terbaik untuk Anak adalah Pendidikan.

11. Hadiah terbaik untuk Diri Sendiri adalah Kejujuran.

12. Hadiah terbaik untuk Orang yang Tak Dikenali adalah Senyuman.

13. Hadiah terbaik untuk Rosululloh  adalah Sholawat.

14. Hadiah terbaik untuk Alloh SWT adalah Ketaqwaan.

Nabi SAW bersabda :
"Saling memberi hadiahlah, nanti kalian akan saling mencintai"

Selalulah bermurah Hati untuk menghadiahkan sesuatu kepada Manusia di sekeliling kita, karena Pemberian anda Hari ini adalah Ganjaran untuk Dunia dan Akhirat kelak...

Senin, 05 September 2016

Rahasia Mengapa Sholat Sebaiknya di Awal Waktu

Inilah Rahasia Mengapa Sholat Sebaiknya di Awal Waktu

Ternyata anjuran tersebut sangat luar biasa.......

Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam.

Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, psikologis dan lainnya.

Berikut ini kaitan antara sholat di awal waktu dengan warna alam.

🌾🌾🌾🌾🌾
Waktu Subuh

Pada waktu subuh, alam berada dlm spektrum warna biru muda yg bersesuaian dgn frekuensi tiroid (kelenjar gondok).

Dalam ilmu Fisiologi, tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia.

Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dgn rejeki dan cara berkomunikasi.

Mereka yg msh tertidur nyenyak pd waktu Subuh dapat  menghadapi masalah rejeki dan komunikasi.

Mengapa? Karena tiroid tdk dpt menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad msh tertidur.

Pd saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pd tingkatan optimal.

Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pd waktu ruku dan sujud.

🌞🌞🌞🌞🌞
Waktu  Zuhur

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kpd perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh thd hati.

Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dgn keceriaan seseorg.

Mrk yg selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali dpt  menghadapi masalah dlm sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

🌝🌝🌝🌝🌝
Waktu Ashar

Alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan thd organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/ indung telur dan testis yg merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan.

Warna oranye di alam jg mempengaruhi kreativitas seseorg.

Orang yg sering ketinggalan waktu Ashar dpt menurun daya kreativitasnya.

Di samping itu organ-organ reproduksi ini jg akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

🌗🌗🌗🌗🌗
Waktu Maghrib

Warna alam kembali berubah menjadi merah.
Sering pd waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tdk berada di luar rumah.

Nasehat tsb ada benarnya krn pd saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dgn frekuensi jin dan iblis.

Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga krn mereka ikut bergetar dgn warna alam. Mereka yg sdg dlm perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu.

Hal ini lbh baik dan lbh selamat krn pd waktu ini banyak gangguan atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yg berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yg bisa mengganggu penglihatan kita.

🌙🌙🌙🌙🌙
Waktu   Isya

Pd waktu ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap.

Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yg frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak.

Mrk yg sering ketinggalan Isya bisa sering merasa gelisah.

Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini.

Dengan tidur pd waktu Isya, keadaan jiwa kita berada pd gelombang Delta dgn frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dgn warna-warna putih, merah jambu dan ungu.

Perubahan warna ini selaras dgn kelenjar pineal (sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar pituitary, thalamus (struktur simetris garis tengah dlm otak yg fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dgn pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus (bagian otak yg terdiri dari sejumlah nucleus dgn berbagai fungsi yg sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu).

Maka sebaiknya kita bangun lagi pd waktu ini utk mengerjakan sholat malam (tahajjud).

Umat Islam sepatutnya bersyukur krn tlh  di’karuniakan’ syariat sholat oleh Allah Swt sehingga jika dilaksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini.

Inilah salah satu hakikat mengapa Allah Swt mewajibkan sholat kpd kita.

Sholat di awal waktu dpt membuat badan semakin sehat. Alhamdulillah 💙💙💙.. Semoga bermanfaa

Minggu, 14 Agustus 2016

BERBAHAGIALAH BAGI ANDA YANG SELALU RAJIN SHALAT DHUHA.



Pertama : orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. "Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”(HR. Turmudzi)

Kedua :*barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Allah. "Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.”* (HR. Hakim).

Ketiga : orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. "Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.”(HR. At-Thabrani).

Keempat : orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. "Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Kelima : Allah menyukupkan rezekinya. "Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.”(HR. Abu Darda`).

Keenam : orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Yaa Allah mudahkanlah kami untuk selalu mengamalkan sholat dhuha.

 Aamiin YRA

Selamat bertekad untuk selalu shalat dhuha

Jumat, 12 Agustus 2016

Ternyata dzikir obat mujarab untuk kesehatan

 Dr. Arman Yurisaldi Saleh dari RS Satyanegara Sunter - Jakarta, menyatakan bahwa dzikir itu menyehatkan. Ia menunjukkan lewat riset pada pasiennya di mana pasien yg berdzikir pulih lebih cepat di banding dgn yg tak berzikir.

Pasien yg mengalami persoalan alzheimer & stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dgn melafadzkan kalimat tauhid " Laa iIlaaha illallah " serta kalimat istighfar " Astaghfirullah ".
Menurut dia, dilihat dari ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer, pengucapan " Laa iIlaaha illallah " serta " Astaghfirullah " bisa menyingkirkan nyeri & dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan saraf untuk pasien. Lantaran dalam ke dua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yg bisa mengeluarkan CO2
dari otak.

Dalam kalimat " Laa Illaaha Illallah " ada huruf Jahr yg diulang tujuh kali, yakni huruf " Lam ", serta " Astaghfirullah " ada huruf " Ghayn ", " Ra ", serta dua buah " Lam " hingga ada 4 huruf Jahr yg mesti dilafazkan keras hingga kalimat dzikir tsb mengeluarkan CO2  semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.

CO2 yg di keluarkan oleh badan tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila system pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang ke luar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.

Arti kedua kalimat tsb juga luar biasa dashyat " Tidak ada Tuhan selain Allah " dan " Ampuni kami " keduanya merupakan bukti bhw manusia hanya hamba Allah. Dg pengakuan yg ikhlas jg membuat otak pusat kendali tubuh relax dan merangsang endorphin yg mampu memacu penyembuhan atau rejuvenasi sel- sel yg rusak..

Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf, ada hubungan yg erat pada pelafadzan huruf (Makharij Al-huruf) pd bacaan dzikir dgn aliran darah pernafasan keluar yg mengandung zat CO2  & system yg rumit di dalam otak pada keadaan fisik atau psikis spesial.

Nah sahabatku..... mari biasakan  memperbanyak dzikir dgn mengucapkan kalimat tauhid "Laa iIlaaha illallah" & kalimat istighfar "Astaghfirullah".

Wallahu alam bishawab

Belajar dari Kesungguhan Kiai Belajar


Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut.
Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: "terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut". Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, "wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini". Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.
Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jam'ul Jawami', Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, dan meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut.
Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para Kiai itu menuntut ilmu. Para Kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu.
Kiai Abbas, menurut penuturan Abah saya yang menjadi santri khususnya, sangat menguasai ushul al-fiqh dan ilmu fiqh perbandingan mazhab. Pengakuan Abah: "kuliah saya di al-Azhar Cairo terasa mudah dengan bekal ilmu yang sudah diajarkan Kiai Abbas". Yang terkenal kemana-mana itu adalah peristiwa heroik 10 November dimana Kiai Abbas merontokkan pesawat sekutu dengan lemparan biji tasbih dan bakiaknya. Tentu saja Abah saya juga menceritakan berbagai karomah gurunya ini, namun setiap saya tanya apa wiridnya, Abah cuma berpesan: "belajar yang rajin saja Nak, belum waktunya membaca wirid macam-macam, nanti kalau kamu sudah jadi Kiai, kamu akan mengerti sendiri hal-hal gaib dan ajaib yang kamu tanyakan itu. Sekarang baca buku lagi!"
Dan kini kalau saya ceritakan kepada para santri bahwa saya meraih dua gelar PhD di dua bidang berbeda, di dua negara berbeda, dan saya selesaikan pada waktu yang bersamaan, spontan yang mereka tanya: "wiridnya apa sehingga bisa seperti itu?" Jarang yang tertarik bertanya bagaimana kesungguhan saya belajar sehingga bisa menyelesaikan dua program PhD tersebut. Lebih menarik bertanya doa dan wiridnya. Mungkin disangkanya lebih mudah wiridan ketimbang membaca buku.
Pesantren itu sejatinya lembaga pendidikan, bukan semata tempat orang belajar mistik apalagi klenik. Ini yang harus ditegaskan karena banyak kesalahpahaman. Selain kesannya ndeso, pesantren itu dikesankan tempat untuk belajar ilmu gaib. Orang tua menjadi takut mengirim anaknya ke pondok. Pulang dari pondok hobinya nanti menangkap jin. Sementara para santri ada sebagian yang bukannya belajar dengan tekun tapi malah sibuk mau jadi waliyullah dengan berharap mendapat ilmu laduni. Bahwa Gus Dur dan Kiai Abbas memiliki karomah, tentu kita yakini itu. Tetapi karomah itu hanya bonus saja, hasil dari istiqamah para kiai yang luar biasa. Istiqamah menuntut ilmu dengan terus rajin belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis --ini yang harus kita warisi dari para masyayikh dan guru-guru kita.
Ceritakanlah kepada khalayak bagaimana Mbah Sahal Mahfud membaca dengan tekun dan karenanya menulis berbagai kitab yang luar biasa. Di ruang tamu beliau berjejer kitab fiqh dari mazhab selain mazhab Syafi'i. Kitab dari mazhab Syafi'i malah ditaruh di bagian belakang. "Kenapa?" tanya Prof Martin van Bruinessen. Jawab Mbah Sahal kalem, "karena kitab dari mazhab Syafi'i sudah saya hafal semua."
Kisahkanlah di medsos bagaimana Kiai Ihsan Jampes mengarang kitab yang kemudian dijadikan rujukan di manca negara. Atau tolong mintakan kepada KH Ahmad Mustofa Bisri untuk berkenan bercerita proses kreatif beliau sehingga tercipta berbagai tulisan dan barisan puisi yang menyentuh jiwa dan mengundang kita untuk merenunginya.
Jikalau ini yang kita ceritakan, tidak semata soal karomah para Kiai, baru kemudian umat akan memahami bahwa pesantren itu juga gudangnya dunia ilmu pengetahuan. Dan mereka akan lebih apresiatif saat mengetahui bahwa zikir dan pikir telah menjadi satu tarikan nafas keseharian para Kiai.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law Schoo